info@poltekkaltara.ac.id +628125406278 Jl. P. Lumpuran, Kampung 1 Skip, Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara
Informasi Publik

Berita

Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.

12 Obat Penambah Darah Alami untuk Bantu Atasi Gejala Anemia
20 Sep 2023 IT Poltek

Ketika mengalami anemia atau kadar hemoglobin yang rendah, Anda mungkin akan mengalami pusing, lemas, atau gejala lain. Ada banyak obat penambah darah alami yang bisa Anda konsumsi.
Simak 12 obat penambah darah alami dari sayuran atau buah-buahan berikut ini. Ketahui juga apa saja gejala anemia dan berapa kadar hemoglobin dalam darah yang normal.

Obat Penambah Darah Alami
Berikut ini obat penambah darah alami yang bisa Anda konsumsi untuk menangani gejala anemia, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan dan RSUD Sawahlunto:

1. Kacang Hijau
Kacang hijau adalah bahan makanan yang juga bisa diolah sebagai minuman untuk menambah darah. Kandungan zat besi, asam folat, dan vitamin C di dalamnya mampu meningkatkan hemoglobin.

Kandungan lainnya juga bermanfaat bagi tubuh seperti vitamin A, vitamin B6, kalium, kalsium, magnesium, dan natrium.

2. Sayur Bayam
Bayam dikenal mengandung zat besi yang tinggi sehingga dapat mencegah anemia. Zat besi sangat baik untuk membentuk hemoglobin dalam darah.

3. Jambu Biji
Jambu biji sudah banyak diketahui sebagai buah penambah darah. Jambu biji mengandung zat besi tinggi. Selain itu, kandungan vitamin C-nya membantu tubuh menyerap zat besi secara optimal.

4. Kurma
Kurma mengandung mineral dan zat besi yang tinggi sehingga dapat menjadi obat penambah darah alami yang rasanya nikmat. Buah ini baik dikonsumsi saat puasa agar tubuh kembali dalam kondisi prima.

5. Delima
Buah delima dipercaya dapat meningkatkan sel darah merah karena mengandung zat besi, vitamin A, C dan E. Mengkonsumsi delima juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

6. Coklat
Dark chocolate atau cokelat hitam hangat selain bermanfaatkan menurunkan risiko stres, juga dapat memperbaiki sel darah merah.

7. Buah Bit
Buah bit juga mengandung zat besi, asam folat, kalium, dan kaya serat. Buah bit bisa diolah dengan dibuat jus segar dan bermanfaat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

8. Apel
Buah apel tak cuma memberi kesegaran, tetapi juga kaya manfaat. Apel mengandung zat besi, antioksidan, flavonoid, dan kaya serat. Mengkonsumsi buah ini bisa mencegah anemia dan juga baik untuk menu diet Anda.

9. Brokoli
Sayur yang satu ini sering diolah dalam berbagai menu. Kandungannya adalah zat besi dan vitamin C. Vitamin C baik untuk penyerapan zat besi dalam tubuh.

10. Madu

Madu dipercaya mengandung manfaat yang baik untuk berbagai masalah kesehatan. Zat besinya juga dapat mencegah anemia dan bisa mengobati berbagai gejalanya, seperti lemah, letih, dan lesu.


11. Tahu
Tahu dibuat dari kedelai. Kacang-kacangan ini adalah sumber protein dan mengandung zat besi yang baik untuk mengobati anemia.

12. Daging
Obat penambah darah yang terakhir adalah daging merah. Daging ini mengandung zat besi tinggi, sehingga dapat menangani anemia.

Gejala Anemia
Dikutip dari Medical News Today, orang berkadar hemoglobin rendah dapat mengalami anemia. Beberapa gejalanya antara lain sebagai berikut:

  • Pusing
  • Terasa mudah lelah
  • Rasa lemah
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Kulit dan gusi berwarna pucat
  • Memar yang sering muncul atau tidak diketahui penyebabnya
  • Sakit kepala berulang

Berapa Kadar Hemoglobin Normal?
Dilansir dari situs Healthline, kadar hemoglobin diukur dengan satuan gram per desiliter darah (g/dL). Kadar hemoglobin yang normal adalah sebagai berikut:

Pria dewasa: 13,5-18 g/dL
Wanita dewasa: 12-15 g/dL
Anak-anak: 11-16 g/dL
Ibu hamil: bervariasi, tetapi umumnya lebih dari 10 g/dL
Demikian tadi telah kita ketahui 12 obat penambah darah alami, beserta gejala anemia, dan kadar hemoglobin yang normal. Semoga bermanfaat.(osv/dkthlt)





Cara Mengatasi Gigi Ngilu: Kenali Penyebab dan Pencegahannya
11 Sep 2023 IT Poltek

Gigi ngilu sering terjadi karena gigi terlalu sensitif terhadap makanan atau minuman dingin, panas, maupun manis. Jika Anda mengalaminya, ada sejumlah cara mengatasi gigi ngilu yang bisa dilakukan di rumah.
Dalam artikel ini akan kita ulas penyebab gigi ngilu, lengkap dengan cara mengatasi gigi ngilu dan cara mencegahnya.

Penyebab Gigi Ngilu
Dikutip dari laman Kemdikbud, gigi ngilu atau gigi sensitif biasanya terjadi karena terkena makanan atau minuman yang dingin dan manis, atau karena terkena udara. Ini disebabkan dentin yang terekspos.

Berikut ini sejumlah kemungkinan penyebab dentin terekspos hingga menyebabkan gigi ngilu, yang dilansir dari situs Mouth Healthy:

  • Kerusakan gigi atau gigi berlubang
  • Gigi retak
  • Tambalan gigi yang sudah rusak
  • Penyakit gusi
  • Enamel gigi yang aus
  • Akar gigi yang terbuka
  • Cara Mengatasi Gigi Ngilu
    Ada sejumlah cara mengatasi gigi ngilu yang bisa dilakukan secara medis maupun penanganan di rumah dengan bahan alami.

    Penanganan Medis
    Penanganan medis dilakukan oleh dokter terhadap gigi ngilu, mulai dari anjuran penggunaan bahan tertentu hingga pembedahan.

    1. Pasta Gigi Khusus
    Dokter biasanya menyarankan Anda untuk menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi ini mengandung senyawa yang dapat membantu memblokir transmisi sensasi dari permukaan gigi ke saraf.

    2. Gel Berfluoride
    Selain pasta gigi, Anda juga mungkin diminta menggunakan gel berfluoride untuk memperkuat enamel gigi dan mengurangi transmisi sensasi.

    3. Perbaikan Gigi
    Dokter mungkin akan memperbaiki gigi rusak yang menyebabkan ngilu, misalnya dengan pemasangan mahkota (crown), inlay, atau bonding.

    4. Cangkok Gusi
    Jika jaringan gusi telah hilang dari akar, dokter akan melakukan pembedahan berupa cangkok gusi untuk melindungi akar dan mengurangi sensitivitas.

    5. Saluran Akar
    Dokter akan melakukan perawatan saluran akar gigi jika sensitivitasnya sudah parah dan tidak dapat diobati dengan cara lain.

    Penanganan dengan Bahan Alami
    Dikutip dari situs Smile Arizona Dentistry, selain pengobatan medis, Anda juga bisa melakukan penanganan di rumah dengan cara berikut ini:

    1. Kunyit
    Kunyit mengandung anti-inflamasi yang bisa mengurangi rasa sakit pada gigi ngilu. Anda dapat memijat kunyit pada gigi yang sakit.

    2. Air Garam
    Larutan garam mengandung antiseptik yang bisa mengurangi peradangan. Rasa ngilu bisa diatasi dengan berkumur larutan garam selama 30 detik.

    3. Madu dan Air Hangat
    Campurkan madu dengan air hangat untuk mengurangi rasa ngilu. Madu mengandung antibakteri yang akan mempercepat penyembuhan.

    4. Ekstrak Vanili
    Vanili juga mengandung sifat pereda nyeri dan antiseptik. Gunakan ekstrak vanili pada bola kapas, lalu oleskan ke gigi dan gusi selama beberapa menit.

    5. Teh Hijau
    Berkumur dengan air teh hijau tanpa gula dapat mengurangi peradangan serta menguatkan gigi karena terdapat kandungan antioksidan dan anti-inflamasi.

    6. Minyak Cengkeh
    Teteskan sedikit minyak cengkeh pada bola kapas lalu oleskan pada area yang sakit hingga mereda. Minyak ini mengandung anti-inflamasi dan analgesik.

    7. Minyak Kelapa
    Beri cairan minyak kelapa pada gigi yang ngilu hingga terendam sekitar 20 detik lalu keluarkan. Ini adalah teknik oil pulling untuk gigi sensitif.

    Cara Mencegah Gigi Berlubang
    Yang terbaik adalah kita harus mencegah sedini mungkin agar tidak mengalami gigi ngilu. Berikut ini beberapa cara mencegah gigi ngilu yang dilansir dari situs Cleveland Clinic:

  • Gosok gigi 2-3 kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Gunakan sikat gigi dengan bulu ekstra lembut.
  • Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi sekali sehari.
  • Gunakan obat kumur antibakteri dua kali sehari.
  • Kurangi makanan dan minuman yang manis.
  • Periksa gigi secara rutin ke dokter gigi.
    Itulah tadi berbagai cara mengatasi gigi ngilu atau sensitif secara medis maupun menggunakan bahan alami di rumah. Semoga bermanfaat.
    (osv/dkthlt)



5 Makanan yang Bantu Redakan Gejala Asam Lambung
11 Sep 2023 IT Poltek

Asam lambung merupakan penyakit yang banyak diidap masyarakat mulai dari para remaja, orang dewasa, bahkan lansia. Rasa nyeri ulu hati (heartburn), sensasi panas atau perih pada dada dan kerongkongan, serta rasa pahit dan asam di pangkal tenggorokan menjadi gejala penyakit asam lambung.
Pada beberapa kasus yang serius seseorang tersebut akan merasa kesulitan saat menelan makanan. Oleh karenanya melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan serta meringankan gejala asam lambung menjadi hal yang penting dilakukan. Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, berikut beberapa makanan bermanfaat yang bisa membantu mengatasi gejala asam lambung.

1. Sayuran
Sayuran seperti brokoli, asparagus, kembang kol, kentang, mentimun, serta sayuran berdaun hijau lainnya dapat menurunkan asam lambung pada tubuh.

2. Jahe
Sifat anti-inflamasi pada jahe dapat bermanfaat menjadi obat alami bagi penyakit asam lambung, sakit maag, serta permasalahan pencernaan lainnya.

3. Pisang
Buah dengan kandungan asam yang rendah atau tanpa asam seperti pisang menjadi makanan yang bagus untuk pengidap asam lambung, karena dapat menurunkan asam lambung.

4. Putih Telur
Konsumsi putih telur tanpa bagian kuningnya menjadi pilihan makanan yang baik bagi seseorang dengan asam lambung. Hal ini karena kandungan lemak yang cukup tinggi pada kuning telur dapat memicu gejala refluks asam lambung.

5. Yoghurt
Konsumsi yoghurt terkadang dihindari oleh pengidap asam lambung, padahal yoghurt yang sudah melalui proses fermentasi tersebut berdampak baik bagi seseorang dengan penyakit asam lambung.
(osv/dkthlt)

Kuliah Perdana
11 Sep 2023

Kuliah Perdana

1 September 2023, tengah diadakan Kuliah Perdana Semester Ganjil 2023, Kuliah Perdana ini diikuti Mahasiswa Prodi Keperawatan, Farmasi dan Promosi Kesehatan dari...

Kuliah Perdana
11 Sep 2023 IT Poltek

1 September 2023, tengah diadakan Kuliah Perdana Semester Ganjil 2023, Kuliah Perdana ini diikuti Mahasiswa Prodi Keperawatan, Farmasi dan Promosi Kesehatan dari tingkat 1 hingga 3. SEMANGAT

Ini 6 Penyebab Pembuluh Darah Pecah, Jangan Anggap Sepele!
06 Sep 2023 IT Poltek

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Sebagai informasi, pembuluh darah terdiri dari tiga jenis, yakni arteri, vena, dan kapiler.
Namun, dalam kondisi tertentu pembuluh darah manusia bisa pecah. Lantas, apa yang menyebabkan pembuluh darah pecah? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

Penyebab Pembuluh Darah Pecah
Ketika pembuluh darah pecah, sebagian darah akan keluar dan dapat muncul di bawah permukaan kulit. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah penyebab pembuluh darah pecah.

1. Cedera
Penyebab pembuluh darah pecah yang pertama adalah karena mengalami cedera. Hal ini cukup umum dialami oleh sejumlah orang karena sejumlah faktor, misalnya terpeleset atau jatuh ke tanah.

Nah, cedera yang cukup parah dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan terjadi pendarahan. Sayangnya, pendarahan tak dapat dilihat dengan mata telanjang karena terjadi di dalam kulit.

Oleh sebab itu, jika mengalami cedera yang cukup parah sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh dokter.

2. Varises
Varises merupakan pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena dan menyebabkan penumpukan darah. Karena darah terus menumpuk, hal ini menimbulkan tekanan besar yang lama-lama dapat merusak pembuluh darah dan akhirnya pecah.

Ketika pembuluh darah pecah, maka akan membentuk jaringan darah yang menjalar di kulit, yang kalau dilihat sekilas seperti jaring laba-laba. Kondisi ini juga menyebabkan warna kemerahan atau kecoklatan di kulit.

3. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu penyebab pembuluh darah pecah. Pada dasarnya, pembuluh darah sehat bersifat lentur, kuat, dan elastis.

Namun, karena mengalami tekanan darah tinggi hal ini dapat merusak lapisan pembuluh darah akibat penumpukan lemak di tubuh. Ketika lemak masuk ke aliran darah, plak jahat mengumpul dan melekat di pembuluh darah.

Hal tersebut menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kurang elastis, sehingga menghambat aliran darah ke seluruh tubuh. Jika hipertensi tidak segera disembuhkan, maka pembuluh darah bisa pecah.

4. Kelainan Darah
Mengutip Healthline, kelainan darah juga bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, termasuk penyakit yang mengganggu pembentukan protein normal dalam darah yang disebut hemofilia. Tak hanya itu, kekurangan vitamin atau nutrisi juga menjadi faktor pembuluh darah melemah.

5. Terjadi Penggumpalan Darah
Pembekuan atau penggumpalan darah juga dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Mengutip laman My Cleveland Clinic, penggumpalan darah dapat meningkatkan tekanan aliran darah di arteri atau vena. Ketika tekanan darah terus meningkat, pembuluh darah dan katup kecil di dalamnya bisa melemah dan akhirnya pecah.

6. Vaskulitis
Penyebab pembuluh darah pecah yang terakhir adalah karena mengalami vaskulitis. Sebagai informasi, vaskulitis adalah peradangan yang menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi tebal atau sempit sehingga mempengaruhi lebar aliran darah.

Jika kondisi ini tak segera ditangani dengan cepat, maka vaskulitis bisa bertambah parah yang mana berisiko menyebabkan pembuluh darah pecah.

Nah, itu dia pembahasan mengenai enam penyebab pembuluh darah pecah. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.(osv/dkthlt)


4 Khasiat Pare untuk Kesehatan, Cegah Kanker hingga Turunkan Kolesterol
06 Sep 2023 IT Poltek

Rasanya yang tajam dan pahit membuat buah pare tidak disukai banyak orang. Tapi apakah kamu tahu kalau di balik rasanya yang 'unik', pare memiliki khasiat kesehatan yang tidak terduga.
Buah yang masih berkerabat dekat dengan mentimun dan zucchini ini kerap menjadi bahan pokok untuk masakan di berbagai negara di Asia. Pare juga kaya nutrisi seperti vitamin A, C, dan antioksidan.

Dikutip dari Healthline, berikut khasiat buah pare untuk kesehatan.

1. Mengatasi Diabetes
Buah pare ternyata kerap dimanfaatkan oleh orang zaman dulu untuk mengatasi kondisi yang berkaitan dengan diabetes. Menurut studi, hal tersebut karena buah pare memiliki khasiat menurunkan kadar gula dalam darah.

Lebih lanjut, studi tersebut mengungkapkan mengonsumsi 2.000 mg buah pare setiap hari dapat menurunkan kadar gula darah dan hemoglobin A1c. Studi lain menunjukkan buah pare dapat merangsang pelepasan hormon insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah.

2. Berpotensi Mencegah Kanker
Sementara itu, studi lain mengungkapkan buah pare berpotensi untuk melawan kanker. Studi tersebut menemukan ekstrak buah pare efektif dalam membunuh sel kanker pada perut, usus, paru-paru, dan nasofaring.

Studi itu juga mendapati ekstrak buah pare dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara, serta mempercepat kematian sel kanker.

3. Menurunkan Kolesterol
Buah pare juga mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini sudah berkali-kali dibuktikan lewat sejumlah studi yang dilakukan terhadap hewan.

Sedangkan pada percobaan yang dilakukan terhadap manusia, peneliti menemukan ekstrak buah pare dapat menurunkan tingkat LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Kaya Akan Nutrisi Penting
Selain vitamin A, C, dan antioksidan, buah pare juga kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam 100 gram buah pare, terkandung beragam nutrisi di antaranya:

  • 21 kalori
  • 4 gram karbohidrat
  • 2 gram serat
  • 99 persen vitamin C dari nilai harian (Daily Value/DV)
  • 44 persen vitamin A dari DV
  • 17 persen folate dari DV
  • 8 persen potassium dari DV
  • 5 persen zinc dari DV
  • 4 persen zat besi dari DV

(osv/dkthlt)