Bimbingan kepada Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara
Kegiatan 27/7, tengah diadakan Proses Bimbingan kepada Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara yang saat ini sementara melaksanakan Praktek Klinik...
Kumpulan artikel dan informasi terbaru Politeknik Kaltara yang disajikan lebih rapi, nyaman dibaca, dan mudah dijelajahi.
Kegiatan 27/7, tengah diadakan Proses Bimbingan kepada Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara yang saat ini sementara melaksanakan Praktek Klinik...
Kegiatan 27/7, tengah diadakan Proses Bimbingan kepada Mahasiswa Tingkat I Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara yang saat ini sementara melaksanakan Praktek Klinik Keperawatan ( PKK ) di RSAL Ilyas Tarakan dan RSU Kota Tarakan, Proses Bimbingan ini dilakukan agar Mahasiswa lebih terampil dan mahir dalam Prakteknya.
Sakit perut adalah kondisi tidak nyaman di organ tersebut yang bisa dialami anak-anak hingga dewasa. Dikutip dari tulisan berjudul Sakit Perut: Fungsional atau...
Sakit perut adalah kondisi tidak nyaman di organ tersebut yang bisa dialami anak-anak hingga dewasa. Dikutip dari tulisan berjudul Sakit Perut: Fungsional atau Organik? karya Dr dr Jeanette I Ch Manoppo, SpA (K) dari UNSRAT, sakit perut bisa bersifat akut dan kronis.
Kondisi sakit perut akut mungkin perlu bantuan medis dan bedah. Sedangkan pada sakit perut kronis bisa saja penyebabnya tidak berat, namun terus terjadi hingga membuat pasien khawatir. Gejalanya bervariasi misal kram, perut kembung, mual, muntah, diare, hingga sembelit.
Pada kondisi sakit perut diperlukan cara untuk meringankan gejala sehingga pasien bisa dibawa ke fasilitas kesehatan. Berikut penjelasannya
Cara Mengatasi Sakit Perut Secara Alami
Penjelasan cara mengatasi ini merujuk pada meringankan gejala dan mencegah sakit perut. Setelah gejala membaik bisa segera ke dokter untuk penanganan lanjutan. Mengutip laman Healthline, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:
1. Konsumsi Jahe
Sejak dulu, orang-orang telah menggunakan jahe sebagai obat untuk segala macam penyakit, mulai dari rasa sakit hingga mual. Studi menunjukkan, jahe dapat menjadi pengobatan yang sangat efektif untuk beberapa kondisi sakit perut.
Jahe dinilai memiliki sifat anti inflamasi dan antispasmodik yang dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan. Untuk pengobatannya, kamu bisa membuat teh jahe dengan merebus potongan jahe segar dalam air panas.
2. Teh Chamomile
Cara mengatasi sakit perut secara alami selanjutnya yaitu mengonsumsi teh chamomile. Secangkir teh chamomile diyakini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat sakit perut dengan bertindak sebagai anti inflamasi.Sifat anti inflamasi dalam chamomile dapat membantu otot-otot perut kamu rileks. Hal ini lah yang dapat mengurangi rasa sakit akibat kram dan mual.
3. Daun Mint
Peppermint kerap disebut-sebut sebagai bahan alami yang mampu mengatasi mual dan sakit perut. Sebagai pengobatan, kamu bisa menyeduh secangkir teh peppermint atau kamu bisa langsung mengunyah daunnya.
4. Cuka Apel
Walaupun rasa dan baunya menyengat, siapa cuka apel bisa menjadi salah satu bahan alami untuk mengatasi sakit perut. Campurkan satu sendok makan cuka apel dengan secangkir air dapat menjadi alternatif saat kamu sakit perut. Cuka apel juga bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan.
5. Minum Air Hangat
Air hangat dapat membantu meredakan kram dan mengurangi ketegangan otot di perut. Minum segelas air hangat secara perlahan dapat membantu kamu menghilangkan perasaan tidak nyaman dan mengatasi kram di perut.
6. Konsumsi Pisang
Pisang mengandung pektin yaitu serat yang dapat membantu mengikat air dalam tinja dan mengurangi gejala diare. Selain itu, pisang juga mengandung kalium, yang membantu mengatur keseimbangan elektrolit tubuh.
7. Yogurt Probiotik
Konsumsi yogurt yang mengandung probiotik diyakini dapat membantu menjaga keseimbangan mikroflora di saluran pencernaan, mengurangi risiko gangguan pencernaan, dan meningkatkan kesehatan usus.
8. Bawang Putih
Bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antimikroba dan anti inflamasi. Mengonsumsi bawang putih dapat membantu mengatasi infeksi dan meredakan gejala sakit perut yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
9. Kompres Hangat
Tempatkan kain hangat atau botol air hangat di perut yang terasa nyeri. Kompres hangat dapat membantu meredakan ketegangan otot dan mengurangi rasa sakit.
10. Perbanyak Serat
Serat dalam makanan membantu meningkatkan pencernaan dan melancarkan buang air besar. Dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang kaya serat dapat membantu kamu mengatasi sakit perut secara alami.
11. Kayu Manis
Kandungan antioksidan dalam kayu manis membantu melancarkan pencernaan, mengurangi risiko iritasi, dan kerusakan saluran pencernaan.
Zat lain dalam kayu manis seperti eugenol dan kamper dapat membantu mengurangi gas lambung, perut kembung, serta kram pada perut. Kamu bisa menambahkan 1 sdt bubuk kayu manis ke dalam makanan sebagai pengobatannya.
12. Jus Lidah Buaya
Mengutip dari laman Medical News Today, zat dalam lidah buaya dinilai dapat meredakan sakit perut dengan beberapa cara, yaitu:
13. Makan Nasi Putih
Nasi putih ternyata juga bermanfaat bagi penderita berbagai jenis keluhan perut. Ini dapat membantu dengan cara menambahkan massa ke feses, menyerap cairan yang mengandung racun, dan juga meredakan nyeri dan kram pada perut.
14. Diet BRAT
Pola makan BRAT terdiri dari banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toasted bread (roti panggang). Diet ini cocok untuk mengatasi sakit perut, mual, dan diare dengan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Cara Mengatasi Sakit Perut dengan Bantuan Obat
Obat sakit perut ada yang tersedia bebas atau Over The Counter (OTC) dan harus dengan resep dokter. Sebelum minum pastikan telah membaca aturan pakai, sesuai dosis, dan sesuai saran tenaga kesehatan.
Berikut beberapa obat yang dapat membantu kamu mengatasi sakit perut:
1. Antasida
Antasida adalah obat yang membantu menetralkan kelebihan asam lambung, meredakan gejala sakit perut akibat gangguan pencernaan, seperti refluks asam, maag, atau perut kembung.
2. Obat Antispasmodik
Jenis obat ini membantu meredakan kram dan ketegangan otot di saluran pencernaan. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala sindrom usus iritabel (IBS) atau kram perut.
3. Obat Diare
Jika sakit perut disebabkan oleh diare, obat antidiare yang mengandung loperamide dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas buang air besar.
4. Obat Antiinflamasi Non-Steroid (NSAID)
Jika sakit perut disebabkan oleh peradangan, obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Penyebab Sakit Perut
Sakit perut merupakan kondisi umum dimana ada berbagai penyebab yang memicu kondisi ini. Berikut diantaranya:
1. Gangguan Pencernaan
Salah satu penyebab umum sakit perut adalah gangguan pencernaan seperti gas, kembung, dan sembelit. Mengonsumsi makanan yang berlemak, berminyak, atau berkarbonasi dapat menyebabkan kondisi yang satu ini.
2. Infeksi Pencernaan
Infeksi bakteri atau virus dalam saluran pencernaan juga bisa menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan diare. Infeksi ini bisa terjadi karena makan atau minum makanan yang terkontaminasi.
3. Sindrom Usus Iritabel (Irritable Bowel Syndrome/IBS)
IBS adalah kondisi yang mempengaruhi saluran pencernaan dan dapat menyebabkan sakit perut, diare, sembelit, dan perubahan pola buang air besar.
4. Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut bagian atas.
5. Gangguan pada Organ Dalam
Beberapa masalah pada organ dalam seperti batu empedu, radang usus, atau infeksi ginjal juga dapat menyebabkan sakit perut.
6. Alergi atau Intoleransi Makanan
Reaksi alergi makanan atau intoleransi terhadap makanan tertentu dapat menyebabkan perut kembung dan sakit.
7. Stres dan Kecemasan
Beberapa orang dapat mengalami sakit perut sebagai respon terhadap stres atau kecemasan yang berlebihan.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Nah detikers, perlu kamu ketahui tidak semua sakit perut langsung memerlukan kunjungan ke dokter. Namun beberapa tanda berikut memerlukan perhatian medis segera:
Jika gejala ini terjadi, jangan ragu segera berkonsultasi pada dokter. Semoga tulisan cara mengatasi sakit perut dan kapan harus ke dokter ini, dapat membantu kamu meringankan gejala yang yang dirasakan ya detikers.(osv/dkthlt)
Kantong empedu merupakan organ kecil yang ada di perut kanan atas, tepat di bawah hati. Biasanya, masalah pada kantong empedu terjadi saat ada sesuatu yang...
Kantong empedu merupakan organ kecil yang ada di perut kanan atas, tepat di bawah hati. Biasanya, masalah pada kantong empedu terjadi saat ada sesuatu yang menghalangi salurannya, seperti batu empedu.
Batu empedu merupakan endapan cairan yang terbuat dari zat padat di empedu, seperti kolesterol. Apa saja gejala batu empedu?
Gejala Batu Empedu
Orang yang mengalami batu empedu bisa merasakan gejala atau tidak. Mengutip Mayo Clinic, Healthline, NHS dan Penn Medicine, berikut beberapa gejala yang mungkin terjadi:
Rasa nyeri atau sakit yang dirasakan konstan dan tidak berkurang walaupun sudah buang angin atau buang air besar. Nyeri bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.
Penyebab Batu Empedu
Penyebab dari batu empedu diperkirakan karena ketidakseimbangan kimia empedu di dalam kantong empedu. Para peneliti masih belum menemukan apa yang menyebabkan ketidakseimbangan tersebut. Namun, beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:
1. Kelebihan Kolesterol
Menurut Mayo Clinic, bisa dikatakan bahwa kelebihan kolesterol dalam darah merupakan penyebab utama batu empedu. Beberapa alasan dari kelebihan kolesterol adalah obesitas dan diabetes.
2. Terlalu banyak Bilirubin dalam Empedu
Bilirubin adalah bahan kimia yang diproduksi selama pemecahan normal sel darah merah. Setelah dibuat, bilirubin melewati hati dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh.Kondisi seperti kerusakan hati dan kelainan darah tertentu membuat hati memproduksi lebih banyak bilirubin dari yang seharusnya. Batu empedu terbentuk saat kantong empedu tidak dapat memecah kelebihan bilirubin.
3. Kantong Empedu Penuh
Mengutip Healthline, kantong empedu harus bisa mengosongkan empedu agar berfungsi dengan baik. Jika gagal mengosongkan isi empedu, empedu akan menjadi terlalu pekat. Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya batu.
Cara Mengobati Batu Empedu
Apakah batu empedu bisa sembuh dengan sendirinya? Menurut Cleveland Clinic, kebanyakan orang yang mengalami batu empedu tidak membutuhkan pengobatan. Seseorang bisa mengeluarkan batu empedu tanpa menyadarinya.
Akan tetapi, jika batu empedu menyebabkan rasa sakit dan menyebabkan masalah, maka beberapa tindakan bisa dilakukan. Berikut di antaranya:
1. Operasi
Tak ada cara untuk mencapai batu empedu di dalam kantong empedu, jadi yang dilakukan adalah operasi kolesistektomi. Kolesistektomi adalah pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat kantong empedu seluruhnya.
Ini merupakan operasi kecil dan orang bisa hidup tanpa kantung empedu. Namun, setelah operasi mungkin pasien akan mengalami tinja yang encer atau berair. Tak adanya kantung empedu membuat pengalihan empedu dari hati ke usus kecil.
2. Perawatan Non Operasi
Jika operasi tidak dilakukan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya. Namun, batu empedu mungkin bisa muncul kembali. Berikut beberapa pilihannya:
Terapi Disolusi Oral
Terapi ini biasanya meliputi penggunaan obat ursodiol dan chenodiol untuk memecah batu empedu. Obat-obatan ini mengandung asam empedu yang bekerja untuk memecah batu. Perawatannya bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Shock Wave Lithotripsy
Lithotripter adalah mesin yang menghasilkan gelombang kejut. Gelombang ini bisa memecah batu empedu menjadi potongan-potongan kecil
Drainase Perkutan Kandung Empedu
Tindakan ini menempatkan jarum steril ke dalam kantong empedu untuk menyedot empedu. Prosedur ini biasanya menjadi pilihan untuk orang yang tidak cocok dengan prosedur lainnya.
Itulah informasi mengenai gejala batu empedu, penyebab dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat untukmu.(osv/dkthlt)
Cara menurunkan panas pada anak seolah menjadi pengetahuan wajib orang tua. Panas merujuk pada demam saat suhu tubuh meningkat dibanding pada kondisi normal....
Cara menurunkan panas pada anak seolah menjadi pengetahuan wajib orang tua. Panas merujuk pada demam saat suhu tubuh meningkat dibanding pada kondisi normal. Penanganan secepatnya memungkinkan pasien segera pulih.
Apalagi, demam kerap membuat orang tua khawatir. Dikutip dari flyer edukasi RSUD Dr. Soetomo, demam pada anak adalah apabila suhu tubuh lebih dari 37,5°Celsius. Sedangkan suhu tubuh normal adalah 36,5-37,5 derajat Celsius.
Cara Menurunkan Panas pada Anak secara Alami
Dikutip dari tulisan berjudul Penatalaksanaan Demam pada Anak karya dr Nia Kania, SpA, MKes, peningkatan suhu tubuh bisa dilakukan secara alami. Namun ada kondisi tertentu yang membolehkannya.
Dalam tulisan yang terbit di situs Pustaka Ilmiah tersebut dijelaskan, penanganan alami diterapkan saat suhu tidak sampai 39°Celsius. Ketika suhu tubuh menyentuh angka itu, sebaiknya anak segera mendapatkan penanganan medis misal minum obat anti demam.
1. Kompres Hangat
Penanganan ini melapisi permukaan kulit dengan handuk yang telah dibasahi air hangat dengan temperatur maksimal 43°Celsius. Biasanya area tubuh yang dikompres adalah wajah, leher dan tangan.
Kompres hangat pada kulit bisa menghambat shivering dan dampak metabolik yang ditimbulkan. Kompres hangat juga menginduksi vasodilatasi perifer, sehingga meningkatkan pengeluaran panas tubuh.
2. Mandi Air Hangat
Mengutip Parenting Firstcry, mandi air hangat dapat membantu mengatur suhu tubuh. Sebab, suhu tubuh turun saat air menguap dari tubuh.
Sebaliknya, mandi air dingin harus dihindari selama demam. Air dingin bisa memicu tubuh menggigil dan dapat meningkatkan suhu tubuh lebih lanjut.
3. Gosok dengan Bawang Merah
Bawang merah tak hanya membantu menurunkan suhu tubuh, tapi juga meredakan nyeri tubuh saat demam. Caranya, cukup potong satu bawang dengan irisan tipis, lalu gosokkan 2-3 potong pada kaki anak selama beberapa menit. Lakukan dua kali sehari untuk mengurangi demam.
4. Bubuk Jahe
Jahe bisa membunuh bakteri penyebab demam pada anak. Mandi jahe bisa membantu anak berkeringat lalu menurunkan panas tubuh dan menghilangkan racun. Caranya, tambahkan sekitar dua sendok makan bubuk jahe ke dalam bak mandi berisi air hangat.
5. Pastikan Anak Mendapat Tidur yang Cukup
Saat istirahat, tubuh bisa menggunakan energi untuk penyembuhan dari pada mengeluarkannya untuk melakukan aktivitas lain. Jika anak tidak mau tidur, lakukan aktivitas lain yang dapat membatasi geraknya.
6. Pilih Pakaian yang Tipis
Mengutip Stanford Medicine, pakaikan anak dengan pakaian yang tipis/ringan. Pakaian yang tebal akan memerangkan panas dalam tubuh dan menyebabkan suhu naik.
7. Pastikan Anak Tetap Terhidrasi
Asupan cairan dalam bentuk air dan jus sangat penting. Jus buah, susu, hingga air kelapa dapat meningkatkan energi tubuh dan memberikan kekuatan untuk sembuh. Bayi yang sedang disusui harus diberikan susu setiap 10 menit.
Bayi baru lahir perlu menerima sekitar 30 ml ekstra setiap kali menyusui. Jika ragu, kamu bisa mendiskusikan ini dengan dokter, sebab, jumlah makanan tambahan yang dibutuhkan bervariasi berdasarkan usia dan berat bayi.
8. Berikan Jus Lemon dengan Madu
Vitamin C dalam lemon dapat memperkuat kekebalan tubuh. Sementara, madu memberi nutrisi pada tubuh. Kombinasi keduanya efektif dalam menurunkan demam. Caranya, tambahkan satu sendok makan madu ke satu sendok makan jus lemon lalu diaduk. Setelah itu diberikan pada anak.
9. Beri Makanan yang Bergizi
Selama demam, tubuh akan lebih membutuhkan banyak vitamin A, B, C, Kalsium, Natrium dan Zat Besi. Diet yang dianjurkan yaitu diet tinggi kalori, protein dan cairan serta rendah lemak. Sup ayam dengan sayuran bisa diberikan ke anak.
Pastikan anak yang sedang demam mengonsumsi makanan yang mudah dicerna. Makanan pedas, berlemak dan berserat tinggi perlu dihindari karena sulit dicerna.
10. Tetap di dalam Ruangan
Jangan biarkan anak terkena sinar matahari langsung selama demam. Biarkan anak berada di tempat yang sejuk dan teduh di dalam ruangan. Hindari paparan berlebihan ke tempat umum, karena tubuh yang lemah rentan terhadap infeksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Kamu bisa melakukan beberapa cara alami yang telah disebutkan di rumah. Namun, mengutip WebMD, bawalah anak ke dokter jika:
- Panas hingga 39°Celsius.
- Memiliki suhu 38°Celsius atau lebih di usia kurang dari 3 bulan.
- Demam berlangsung lebih dari 24 jam jika berusia 2 tahun, atau 72 jam di usia yang lebih dewasa.
- Demam disertai gejala lain seperti leher kaku, sakit tenggorokan, sakit telinga, ruam dan sakit kepala parah.
- Kejang.
- Tidak responsif.
Semoga tulisan cara penurunan panas pada anak ini bisa membantu kamu ya detikers. Jangan lupa segera ke dokter bila suhu makin tinggi dan anak terlihat tidak nyaman.(osv/dkthlt)
Bintitan adalah sebuah penyakit mata yang cukup mengganggu. Sebab, hal ini menyebabkan munculnya benjolan atau bengkak di kelopak mata karena infeksi bakteri.Banyak...
Bintitan adalah sebuah penyakit mata yang cukup mengganggu. Sebab, hal ini menyebabkan munculnya benjolan atau bengkak di kelopak mata karena infeksi bakteri.
Banyak orang yang menganggap kalau mata bintitan disebabkan oleh suka mengintip. Padahal, dalam dunia medis hal ini tidak benar, lho.
Apa Itu Mata Bintitan?
Bintitan adalah munculnya suatu benjolan merah pada mata yang cukup menyakitkan. Secara umum, bintitan muncul di dekat tepi kelopak mata yang tampak seperti bisul atau jerawat. Namun, dalam beberapa kasus bintitan juga bisa muncul di bagian dalam kelopak mata.
Dilansir situs Cleveland Clinic, mata bintitan cukup umum terjadi pada manusia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, bintitan lebih sering terjadi pada orang dewasa karena produksi kelenjar minyak lebih kental daripada anak-anak.
Penyebab Mata Bintitan
Pada umumnya, bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus pada kelenjar minyak atau folikel rambut di kelopak mata. Mengutip Healthline, kelenjar dan folikel dapat tersumbat oleh sel kulit mati dan kotoran lainnya.
Sedikit informasi, kelenjar minyak di kelopak mata berfungsi untuk melumasi mata. Hal ini agar mata tetap terlindungi dari debu dan kotoran, sehingga tidak mudah masuk ke dalam mata.
Akan tetapi, ketika bakteri tersebut menginfeksi kelopak mata, maka kelenjar penghasil minyak jadi tidak bekerja maksimal. Alhasil, dalam beberapa waktu bisa muncul bintitan di mata.
Dilansir situs Mayo Clinic, ada sejumlah penyebab lain mata bintitan, yakni sebagai berikut:
- Menyentuh mata dengan kondisi tangan kotor.
- Memasukkan lensa kontak tanpa mendisinfeksi secara menyeluruh atau mencuci tangan terlebih dahulu.
- Membiarkan riasan mata selama semalaman.
- Memakai kosmetik lama atau sudah kadaluarsa.
- Memiliki riwayat blepharitis, yakni peradangan kronis di sepanjang tepi kelopak mata.
- Punya riwayat rosacea, yakni suatu kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah.
Cara Mengobati Bintitan
Apabila kamu mengalami bintitan, jangan panik dahulu. Sebab, bintitan dapat sembuh dengan cepat sekitar 1-2 minggu, sehingga tak perlu khawatir lagi dengan mitos yang mengatakan bahwa bintitan akan berlangsung lama.
Dengan begitu, kamu juga bisa melakukan pengobatan bintitan secara mandiri di rumah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:
- Letakkan kompres dengan kain lap hangat pada bintitan selama 5 hingga 10 menit.
- Bersihkan kelopak mata dengan sabun lembut, seperti shampo bayi yang tear-free, lalu campur dengan air.
- Kompres dengan kantong teh. Disarankan dengan teh hitam karena dapat mengurangi bengkak.
- Menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau parasetamol.
- Hindari penggunaan kosmetik dan lensa kontak saat bintitan belum hilang
Sebagai pengingat, jika bintitan terasa semakin sakit dan tak kunjung sembuh, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Cara Mencegah Bintitan
Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah bintitan, yakni sebagai berikut:
- Rajin mencuci tangan sampai bersih sebelum menyentuh area wajah, mata, serta sebelum dan sesudah menggunakan lensa kontak.
- Jika kamu sering menggunakan kosmetik, sebaiknya ganti riasan mata setiap 2-3 bulan sekali dan jangan berbagi riasan mata dengan orang lain.
- Rutin mencuci muka sebelum tidur untuk menghilangkan kotoran, debu, dan bekas make up.
Nah, itu dia penjelasan mengenai mata bintitan beserta penyebab, cara mengobati, dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!(osv/dkthlt).
Bertempat di Ruang H Politeknik Kaltara, 20/2023 tengah diadakan kembali Kegiatan ujian kompotensi TRY OUT Internal untuk mahasiswa Tingkat III Prodi Keperawatan...
Bertempat di Ruang H Politeknik Kaltara, 20/2023 tengah diadakan kembali Kegiatan ujian kompotensi TRY OUT Internal untuk mahasiswa Tingkat III Prodi Keperawatan Politeknik Kaltara, Try Out merupakan bentuk ujian yang diberikan pada mahasiswa dalam rangka uji coba yang dilaksanakan sebelum ujian berlangsung.